Hati Itu Sedang Terkubur

    Enam orang mahasiswa itu sedang tertidur dengan pulasnya setelah seharian menjalankan aktifitasnya di kampus. namun di atara keenam orang itu ada di antara mereka yang selalu tidak tidur saat malam, selalu mengerjakan tugas project-project kuliah bersama laptopnya. Dia baru akan tidur saat matahari akan terbit. Islam. tetapi belum pernah terlihat Sholat di kontrakannya. bahkan saat waktu sholat jum’at pun pernah absen dan lebih memilih tersungkur bersama mimpi dalam tidurnya.

    Selain itu, diantara keenam orang itu juga ada yang hampir setiap hari meninggalkan sholat shubuh. dan yang menjadi kesamaan diantara keenam orang itu adalah mereka yang jarang sekali membuka Al-Qur’an dan membacanya. kitab suci mereka dibiarkan berdebu. Itulah mengapa rumah yang mereka huni bagaikan kuburan. Rumah tanpa hiasan Lantunan Al-Qur’an di dalamnya.

    

    Waktu menunjukkan pukul 4.30 , Alarm handphone berbagai merek dalam rumah itu berkoar-koar bersahutan serempak membangunkan tuannya. namun tak sedikit dari mereka yang tidur seperti orang mati. kokoh tak tergoyahkan oleh suara alarm yang disetel dengan volume yang lumayan keras. padahal alarm itu sudah disetel terlambat yang seharusnya waktu shubuh di sana pukul 3.50. hingga akhirnya sebagian bangun jam 5, sebagian lagi bangun saat hangatnya matahari sudah menguapkan embun di dedaunan.

    Begitu salalu setiap hari. kuburan itu terasa semakin gelap. kadang muncul setitik cahya, namun seketika redup kembali dan butuh waktu lama lagi untuk dapat melihat cahaya itu. ya, mereka jarang sekali mebaca Al-Quran.

    Rumah ini butuh hidayah. untuk menyibak pekatnya awan kelabu dosa. yang telah lama menyelimuti. semoga para hati yang mendiami kabut hitam itu belum dikunci, semoga hati mereka belum terkunci dari hidyah-Nya. aamiin.

 

Surabaya, 6 Desember 2012