Faded Away (for Ms. Muji) 

Ada yang pelan-pelan, sangat pelan bahkan, beranjak pergi. Tidak, tidak menghilang, hanya pergi.

Sosok gadis yang awalnya aku kira amat pendiam, mungkin karena suaranya yang pelan (baca: lembut #uhuk). Dia bahkan (seingatku) orang yang paling terakhir yang akhirnya aku kenal dekat di Kantor. Aku tidak ingat betul kapan Aku pertama kali berani menumpah-ruahkan apa-apa yang mengganjal di dada untuk akhirnya tersampaikan kepada wanita yang darinya Aku dapatkan nasihat-nasihat bak Gurutta dalam Rindu-nya Tere Liye.

Pangeran Berkuda Putih, ah ini lagi, hampir ratusan kali mungkin aku dengan kata-kata itu dari dia :D, sosok imam idaman yang insyaAllah sebentar lagi akan benar-benar menghampiri dengan entah dengan kuda versi yang mana lagi hehe. Setiap aku ragu untuk mengatakan kegelisahanku, selalu dia bilang, “Mumpung Aku masih disini Lho, ntar kalo aku udah pergi gak bisa cerita lagi kamu”, atau, “Mumpung Aku belum nikah lho fa”. Aih.. dan sekarang udah benar-benar pergi, memisah dalam jarak yang cukup jauh, sejauh 90 ribu tiket kereta ekonomi, itu pun kalau bukan musim liburan.

Hari ini, Dia datang lagi, setelah hampir seminggu pulang untuk menyambung ikatan silaturahmi dengan keluarga di Tegal. Ehmm.. ada “barang aneh” lagi yang dibagi-bagikan, Eskrim kaos kaki ;D. Iya, es krim! Kaos kaki!, Sungguh varian rasa Es Krim baru yang menakjubkan, di jilat ampe kurus juga pasti masih utuh ini :D.WhatsApp Image 2017-03-10 at 16.41.29.jpeg

Penampakan Es Krim Kaos Kaki 😀

Ada sebutan lain untuk Miss satu ini, “Kamus Berjalan!”, sebab cuma dia di kantor yang bahasa inggrisnya tjakep pisan. Jadi kita sebagai teman-teman yang baik akan memanfaatkan teman ini dengan sebaik-baiknya 😀 . Duh, semenjak Dia pergi, hanya Google translate yang mampu menggantikan, pun dengan suggestion sinonim yang tidak sebaik kamus berjalan ini.

Udah dulu lah ya, mood lagi bagus ini, jadi belum bisa nulis yang bikin mewek-mewek, sementara ini dulu aja ya Miss Siti Mujiyati (atau Siti Mujiati ya?, suka salah kalau nulis namanya Miss Muji). Wal akhir, terimaksih telah membersamai kami ya miss, membersamai di tempat yang akhir-akhir ini sering kau sebut Narnia-mu, jangan lupa IG-nya di mainin, biar gak sepi 😛 .

Sebenarnya ini masih sangat sedikit dari sekian banyak yang ingin Aku tuliskan tentangmu (hazekk) disini. Tapi ntar gak kerja-kerja trus di jitak Mr Go, jadi harus diakhiri sampai disini saja, lain waktu lanjut lagi kalo Mr Go lagi gak masuk 😀 . (a-l-i-b-i)

salam hangat, dari orang yang suka bikin Miss Muji geregetan karena belum berani-berani “bergerak” 🙂 .

~ di bawah langit mendung Jatipadang, 10 Maret 2017
Iklan

7 thoughts on “Faded Away (for Ms. Muji) 

Silahkan berkomentar disini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s