Sementara Tanpa Judul

​Ada yang tiba-tiba mikir: “saya jd tidak sebaik dulu setelah berada di sini”. 

Entah di lingkungan kerja, atau pun kuliah misalnya. Ehm, coba flashback ke zaman dimana kalian akhirnya menentukan untuk: “ok, aku akan kerja disini”, atau “bismillah, aku akan kuliah disini”, dan lain sebagainya. Sudahkan kamu libatkan Allah saat kamu mengambil keputusan itu?, dengan terlebih dahulu istikhoroh misalnya, jika jawabannya “sudah”, harusnya tidak ada yg perlu di khawatirkan, mungkin saja kamu sedang di uji, sampai seberapa kamu dapat mempertahankan keimananmu, kebanyakan orang-orang sukses kan sebab karena mereka dipaksa keluar dari kotak nyamannya. Atau dengan keberadaanmu di lingkungan yang menurutmu tidak sebaik tempatmu sebelumnya bisa saja agar kamu dapat menjadikan lingkungan barumu sebagai ladang da’wah. Jangankan di Jakarta, bahkan di tempat sekelas pondok pesantren pun pasti akan kamu temukan sisi-sisi tidak baiknya, dulu saat saya mondok, saya sudah merasakan, ada teman-teman yang kurang baik yang mengajak ke hal-hal yang berbau negatif, dan cara agar saya tidak ikut-ikutan mereka ya dengan memilih teman yang baik, ikut kegiatan-kegiatan yang baik. 

Hal yang sama juga lebih saya rasakan lagi saat masuk kuliah, bayangkan saja, yang sebelumnya saya seorang yang unyu-unyu yang baru saja lulus dari pesantren akhirnya harus kuliah di sebuah ptn negeri, pergaulan di kampus negeri pasti akan jauh berbeda dengan yang ada di pondok, dan benar saja, memang begitu keadaannya, akhirnya agar saya tidak kelewat jauh dengan agama saya ikut menyemplungkan diri di LDK kampus. Tapi ya akhirnya saya bersyukur pernah berada di lingkungan seperti itu, ternyata kebanyakan dr teman-teman saya adalah orang yang “ingin baik”, mereka banyak bertanya ini itu tentang agama (walau akhirnya mereka kurang mendapatkan jawaban yang memuaskan karena ilmu agama saya juga sebenarnya kurang hehe), sebagian lagi ada yang minta di ajari ngaji karena belum lancar, dan lain sebagainya. Saya jadi tahu, oh ternyata begini orang-orang di luar sana, oh ternyata begini orang-orang yang bukan lulusan pesantren. Ajak mereka berteman, ajak untuk saling mengingatkan. 

Intinya jangan pernah menyalahkan atau menyesali pilihan, apalagi jika sudah melibatkan Allah dalam pilihanmu. Pilih teman-teman yang baik yang bisa di ajak saling mengingatkan dalam hal baik. Jika kamu menemukan teman-teman yang “ingin menjadi baik” maka itu akan lebih bagus lagi, itu ladang da’wah, saling bernasihat, saling mengingatkan, bukankan disitu kamu akan merasakan indahnya islam (hehehe) 😄.

Jadi, laa tahzan.. Jangan sedih lagi, kalo masih sedih,.. Sini om beliin es krim 😝. 

~ Ciputat, 25 Januari 2017

Iklan

2 thoughts on “Sementara Tanpa Judul

Silahkan berkomentar disini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s