Pagi yang Beda

Mana pagi yg pernah menenangkan, yang burung-burung berkicau gembira terbang di pucuk pohon. Mana pagi yang selalu aku tunggu saat senja, dimana kabut perlahan menguap, rumput pelan-pelan kehilangan bulir embunnya, atau pasir depan rumah yang juga menguapkan lembabnya. Mana semua pagi itu?, berganti dengan riuh klakson dan asap polusi,  atau umpatan dari mulut-mulut pekerja yang diburu waktu. Saat aku menanyakan pertanyaan yg sama ke seseorang, dia menjawab: “Mungkin saatnya kamu pulang”

Iklan

Silahkan berkomentar disini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s