[Late Post] TA?!

Senenge reek wes mari…, kate mudik Nang endi awakmu?.., awakmu kurang berkas opo?.. wes mari kabeh kan?..


Kalimat-kalimat pertanyaan seperti itu sering aku dengar berkali-kali dari mulut teman-temanku entah itu di lab JJ-201 atau pas ketemu di parkiran atau ketika papasan di lorong. Ya.. hari ini hari terakhir aku di kampus untuk menyelesaikan semua tanggungan berkas-berkas untuk syarat yudisium pada tanggal 4 Agustus 2014 setelah lebaran nanti.
Oke mumpung lagi lenggang, pengen nulis sedikit, mood nulis muncul lagi gara-gara baca novelnya Ahmad Fuadi, Ranah 3 Warna, yang merupakan buku kedua dari trilogi Negeri 5 Menara. Buku pertama Cuma sempat aku baca sedikit dulu pas di pondok, minjem teman pastinya hehe. Buku keduanya ini juga belum selesai saya baca, tapi kurang sedikit lagi. Setelah buku pertama diangkat ke layar lebar. Denger-denger dari twitternya si penulis, buku kedua juga dalam perencanaan mau di filmkan, makanya saya kudu selesaikan baca novel yang satu ini, supaya sekedar bisa membandingkan novel dengan filmnya nanti pas nonton  atau supaya bisa bilang, “aku udah pernah lo baca novelnya”. Hehe.
Hmmm.. lelahnya ngerjain Tugas Akhir (TA) memang terasa buanget. Dari sejak SPPA (Seminar Proposal Proyek Akhir) beberapa bulan lalu –  juga lebih populer disebut sidang PPA, yaitu sidang pengajuan judul untuk tugas akhir, setelah sidang biasanya akan ada revisi dari penguji – .Setelah selesai SPPA dan revisi akan ada batas waktu akhir pengumpulan berkas-berkas yang telah disetujui pembimbing dan penguji. Nah, saat pengumpulan ini aja aku sudah mulai merasakan beratnya TA, karena beberapa sebab, aku ngumpulin berkasnya telat, dan akhirnya mondar-mandir bingung nyari pak Taufiq –ketua panitia tugas akhir– untuk ngumpulin berkas tersebut. Keadaan juga sudah malam itu, padahal batas terakhir pengumpulan sore tadi. Dan parahnya lagi akhirnya dapat kabar pak Taufiq sudah pulang. saya hubungi via SMS, tidak ada balasan. Hampir putus asa itu, lemes, takut gak bisa ikut tugas akhir tahun ini, takut wisudanya molor, takut gak bisa wisuda bareng teman-teman sekelas, lulusan ITS 110. Tapi untung lah setelah acara obrolan singkat di depan lab JJ-201 (1) saya seperti dapat semangat baru lagi. Dan besoknya saya menghadap ke pak Taufiq , dengan wajah melas. setelah di omongin ini itu akhirnya berkas saya di terima. YES!. Oke.. i’m ready to fight! Muafa goes to ITS110(2).
O iya, ada momen penting yang hampir lupa aku tuliskan, mengapa saya terlambat mengumpulkan berkas-berkas ke pak Taufiq. Itu karena beberapa judul yang saya ajukan kepada calon pembimbing ditolak!. Pertama ke pak Paulus, ditanggapi dengan baik, tapi setelah dipikir-pikir agak ribet juga alat yang akan saya buat itu, mekaniknya juga susah. Akhirnya maju lagi ke pak Eru, kayaknya pak Eru kurang excited sama alat yang akan saya buat dan akhirnya dia mau jadi pembimbing asal jadi pembimbing kedua. Akhirnya saya memutuskan untuk mencari judul lain. Setelah dapat judul baru saya ajukan ke pak Ali. Saat saya mengajukan judul ke pak Ali itu sudah hari terakhir deadline pengumpulan berkas ke pak Taufiq. Dan apesnya, judul yang saya ajukan ke pak Ali juga di tolak dengan alasan judul saya sudah pernah diajukan sebelumnya dan alatnya lebih bagus yang dulu. Oh my God, what must I do now??. Lemes.
Saat itu saya ingat teman saya, Faris, Pernah menawarkan judul dari pak Hendri kepada saya. Tanpa pikir panjang lagi, saat itu, satu-satunya jalan keluar yang saya pikirkan adalah menghadap ke pak Hendri untuk mengambil judulnya sebagai TA saya. Padahal pak Hendri terkenal dengan sifatnya yang tegas, disiplin, dingin, yaa.. mungkin termasuk kategori killer lah. But it’s the only way. Cuma ini jalan kaluar yang terpikirkan waktu itu. Mau tidak mau akhirnya saya naik kelantai 3, ke labnya pak Hendri. Deg-deg kan?. Pasti.
Ternyata setelah saya bertemu langsung dan memberi penjelasan saya di sambut dengan baik. Saat itu juga saya disuruh membuat proposal proyek akhir di komputernya pak Hendri. Tidak membuat dari awal, karena pak Hendri sudah membuat proposalnya, saya tinggal merubah formatnya dan menambahi beberapa halaman. ngedit pake google doc (3).

Duh. Tapi untungnya saya diperbolehkan ngeprint langsung di situ. kebetulan disana ada pak Reesa juga dan bersedia jadi pembimbing kedua. Alhamdulillah. Kejadian ini lah yang akhirnya membuat saya terlambat mengumpulkan berkas-berkas revisian ke pak Taufiq.
Hari-hari setelah itu, saat mulai pengerjaan TA, di minggu-minggu awal saya rajin ngadep ke pak Hendri, tapi di pertengahan gak pernah lagi progress. Sampe akhirnya pernah pagi-pagi jam 5 saya di sms pak Hendri. Isinya kira-kira begini: “Bagai mana progres tugas akhirnya?”. Oh meeeennn… sebelum-sebelumnya saya memang sudah ngerasa gimanaaa gitu lama gak ngadep pak Hendri untuk progres TA, akhirnya pagi-pagi jam 7, hari itu juga, sebelum kuliah saya ke ruangan pak Hendri untuk progress. Untungnya gak dimarahi. Fiuhhhhh.

(1) Kami sekelas memang sering ngobrol-ngobrol gak jelas di depan lab, dari obrolan santai, debat gak jelas, sampe pernah juga joget-joget gak karuan.
(2) Maksudnya lulusan ITS yang ke-110. Kata-kata ITS110 menjadi populer pada masa TA, biasa dituliskan dalam bentuk hashtag #ITS110, tulisan itu nantinya dapat mudah ditemui di desain PCB arek-arek.
(3) Pak Hendri memang anti windows, anti nge-crack. pokoknya apa-apa kudu open source. Jadi komputer yang ada di ruangannya juga pake linux semua. Bahkan mahasiswa bimbinganya gak boleh pake Code Vision.

Asempayung, Surabaya ~ Jumat, 25 Juli 2014. 22:26 (H-3 Lebaran dan masih di kos 😈 😩)

Iklan

Silahkan berkomentar disini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s