Beberapa Foto yang Mewakili Ingatanku Tentang Riau, Khususnya Dumai

Yang satu ini adalah gambar salah satu rumah disana, ya walaupun tidak semua, tapi gak sedikit rumah-rumah berbahan kayu dengan dinding papan seperti ini disana, salah satunya rumahku dulu, kalau rumahku yang sekarang sudah pake batu bata hehe.

Rumah seperti ini disana kebanyakan berada di pinggir-pinggir kota, soalnya kan dekat rawa-rawa, jd harus diberi kaki rumahnya supaya gak kemasukan air (paling sih). Tapi rumah-rumah di tempat yang agak kota sudah pada berbatu semua. Rumahku dulu juga berkaki seperti ini, tapi sebenarnya agak jauh juga dari rawa, mungkin ada kakinya soalnya yang desain orang perantauan yang baru datang dari kalimantan, kan rumah dikalimantan berkaki seperti ini juga. Ya, yang desain rumahku di Dumai itu Abi ( ayahku), perantau yang baru datang dari kalimantan (dulunya).

Yang membedakan lagi rumah ini dengan rumah-rumah yang ada di Jawa, selain dari yang tampak jelas adalah atapnya, rumah-rumah di Dumai kebanyakan ya beratap kan seng seperti ini. Kalaupun ada yang beratap genteng, itu juga sebenarnya seng yang bentuknya dimiripin genteng, rumah-rumah orang kaya biasanya yang pake atap genteng palsu seperti itu. Kalau tidak percaya coba saja, yang dari Surabaya (karena sekarang saya di Surabaya. hehe) jalan-jalan ke rumah saya di Riau, naik bis, harus naik bis. Perhatikan atap rumah-rumah saat di perjalanan, semakin jauh meninggalkan Jawa, maka semakin jarang pula atap rumah yang menggunakan genteng, sampai akhirnya kamu tidak lagi menemukan rumah yang beratapkan genteng.

Nah, gambar yang satunya lagi ini, mirip dengan jalan di kebun sawitnya Abi, dulu Saya pernah kesini sekali ( padahal adikku berkali-kali kesini 😀 , ya dulu saya selalu tidak mau kalo diajak ke kebun sawit ) saat pulang kampung mudik lebaran, tahun berapa dulu ya? lupa, yang jelas saat saya MA ( Madrasah Aliyah). Pas pulang dulu gak kepikran moto-moto buat kenangan, yaa lebih tepatnya gak punya alat buat foto-foto 😀 , kasian banget yak.

Dari kebun sawit inilah sebagian –atau mungkin sebagian besar— penghasilan orang tua saya agar bisa menyekolahkan 5 anaknya. Panennya tiap tahun gak mesti sama, kadang banyak kadang sedikit. Yaa alhamdulillah saya (anak pertama) dan adik-adikku bisa merasakan manisnya bangku sekolah sampai detik ini. Terima kasih Abi, Umi.

Hmm Pengen secepatnya pulang kampung kesana lagi, sudah lama gak pulang, pengen moto-moto disana, ditakutkan semua scene-scene kenangan yang ada waktu saya kecil dulu keburu tergerus cepatnya pembangunan. Ya di sana sejak saya tinggal (kelas 2 SMP dulu) sampai sekarang ( uda kuliah) pembangunan terus. Pengennya semua itu harus saya capture di kamera supaya bisa dikenang. Seperti misalnya pohon persahabatan (haha.. biasa anak kecil dulu mah), parit besar yang dulu saya pake berkemah, ya berkemah, parit besar itu buatan traktor, bahkan saat berkemah disitu pernah saya semalam tidur disitu, apa gak takut ada ular ya, padahal kan itu semak-semak, ah biasalah anak keciil. Terus juga pengen moto tebing-tebing yang dulu saya sering main disana. Pengen buat jeratan burung lagi. O iya, pengen makan kurma bakar (sebutan dari teman-temanku dulu untuk sawit bakar… huakakakak, iya sawit bakar). Ahhh…, tapi apa masih ada tempat-tempat itu sekarang, semoga saja masih, kalau pun tidak, cukup jadi kenangan manis .

O iya, ini ada satu foto lagi, saya tidak pernah mengalami seperti yang difoto itu, tapi lucu aja makanya saya pasang.. hahaha. Ini bukan pengungsi atau korban banjir atau yang sejenisnya, itu mahasiswa-mahasiswa UNRI (Universitas Riau) yang lagi jalan-jalan ke pulau Rupat (kalo gak salah sih ya 😀 ).

Itu lah, seperti apapun keadaan disana, setidak enak apapun, pasti memberi kesenangan dan kenagan tersendiri bagi penghuninya. Hal-hal yang dilihat orang lain menyedihkan, kadang justru hal-hal itu yang dapat menyemangatkan atau paling tidak memberi pengalaman dan kenangan tersendirilah.

Sumber foto nyolong dari sini , sini dan sini

Surabaya ~ Rabu, 31 Juli 2013

Tulisan ini sudah pernah di pos di http://www.arekpens.tk , karena website itu khusus untuk tulisan tentang arek-arek teman sekelas semasa kuliah, jadi tulisan ini tergusur dan saya pindah ke sini. Hehe.

Iklan

Silahkan berkomentar disini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s