Pelajaran Ketika Saya Puasa (2)

Satu lagi pelajaran saya dapat saat puasa. Siangnya, kebetulan kosong karena dosen pengajar sedang berhalangan hadir, saya putuskan untuk pulang ke kontrakan. Namun ternyata dalam perjalanan ke parkiran saya tidak menemukan kunci motor saya. Dimana kuncinya?, saya mengingat-ingat lagi, mungkin masih nempel di motor karena biasanya saya sering lupa ngelepas kunci dan akhirnya tertinggal nyantol di motor begitu saja (kebiasaan buruk ini).

Ternyata setelah saya cek di motor tidak ada. Saya cek di pos pintu masuk parkiran juga tidak ada. Saya mengingat-ingat dan mengira-ngira sekali lagi, mungkin ketinggalan di kelas. Namun saat itu ada teman saya yang ingin ikut istirahat ke kontrakan saya, dan menawarkan tumpangan. Ya, alhamdulillah, sementara saya ikut teman saya dulu.

Sorenya, usai kuliah. Saya coba cari di kelas yang tadi pagi saya tempati. Ternyata hasilnya nihil, kunci tidak di temukan. Tidak bisa pulang!. Mau minta antar teman takut ngerepotin karena kontrakan saya lumayan jauh dari kampus. Akhirnya saya nginap di kontrakan teman saya semalam, dan tetap berdo’a agar kunci motor saya bisa cepat ketemu.

Esoknya, kunci belum juga ketemu. Sebenarnya bisa sih manggil ahli kunci ke parkiran untuk membuat replikanya, tapi belum saya lakukan, saya masih berharap kunci itu akan ketemu. Kalau pun saya memanggil ahli kunci pasti biaya yang saya keluarkan cukup menguras kantong, apa lagi yang hilang bukan cuma kunci motor saja, tapi kunci kontrakan juga.

Sehari itu, kunci belum juga ketemu. Dan akhirnya usai kuliah saya minta teman saya mengantar saya ke kontrakan. Ya, akhirnya ngerepotin juga. Tapi mau gimana lagi, saya harus ganti baju, buku-buku saya ada di kontrakan.

Hari ketiga semenjak kunci saya hilang. Saya berangkat kuliah dengan teman satu kontrakan. Kebetulan ini hari ulang tahun saya 🙂 . Sehabis kuliah. Teman sekelas saya ngajak saya kekantin sebelum pulang, acarannya: ngenet gratis .. hehe.. . tidak terasa sampai hampir jam sebelas kami masih disana (biasa itu mah, anak poltek 😀 ). Ya, karena saya nunggu barengan buat pulang, kan motor saya belum bisa di pakai karena kuncinya belum ketemu. Yang mau saya barengi sedang rapat, jadi ya mau tidak mau harus menunggu.

Sesaat kemudian kami memutuskan untuk pulang. Beres-beres barang bawaan. Ngembalikan posisi meja kantin.

Saya minta teman saya ngantar saya pulang. Ada yang mau, tapi saya tidak enak, karena teman saya tampak lelah, ya, kami semua lelah, seharian kuliah, ini waktunya istirahat. Larut malam.

Dengan sisa tenaga (lebay!) kami ke parkiran, teman ku mengeluarkan motornya. Aku sendiri menuju motorku untuk mengecek keadaan motorku—pasti dia kedinginan dua hari disini—, dan mengambil helm yang aku cantolkan di spion motorku. Nah, disinilah akhirnya kunci saya ketemu!. Saat saya mengambil helm dan kemudian baru berjalan beberapa langkah ada benda yang jatuh dari helm yang saya bawa. Ternyata itu kunci motor dengan gantungan miniatur paris milik saya. Alhamdulillah. Alhamdulillah akhirnya ketemu juga. Akhirnya saya tidak jadi merepotkan teman saya lagi. Ini juga jadi pelajaran buat saya agar tidak ceroboh meninggalkan kunci motor lagi. Saya anggap juga hadiah ulang tahun saya hari ini 😀 . ini juga pasti karena do’a, karena puasa.

Ayo pulang kawan. Sudah larut. Terima kasih sudah mau akan memberi tumpangan pulang buatku. Niat baik sudah dicatat sebagai satu kebaikan 🙂 .

Iklan

Silahkan berkomentar disini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s